nikah…
Beberapa hari yang lalu saya ber-sms ria dengan seorang teman..isi sms itu belum saya hapus,seperti kebiasaan saya yang kadang terlalu sayang untuk sekedar menghapus sms yang mungkin buat sebagian orang tidak terlalu penting..tapi buat saya selama saya masih nyaman menyimpannya,sms itu tetap akan tersimpan di inbox hp saya,kecuali untuk situasi urgent lah,seperti ‘NO MORE SPACE FOR NEW MESSAGE’,he2..
Iya, sms2 itu masih ada di kotak inboz dan sent items..tadinya mau saya tunjukin sama Han,tapiiiii…berhubung punya hubung,ga jadi d..ato dipending dulu ya??yaaa kita liat aja nanti…
Back to sms..yup,tema sms itu awalnya tentang curhat2 biasa..oh ya,temen saya itu statusnya ‘in relation ship’..jadi dia curhat tentang pasangannya dan kekhawatirannya…tapi semakin lama kita jadi membahas soal komitmen tentang pernikahan dan termasuk di dalamnya kekhawatiran dia setelah menikah nanti..yaa memang dia mendapat cerita pengalaman dari orang2 yang mungkin sudah hitungan tahun menikahnya…tapi saya mencoba memberi gambaran secara realistis,bukan saja dari orang yang baru hitungan bulan menikahnya,tapi mencoba jujur dan berfikiran positif…
Kekhawatiran temen saya itu terhadap pasangannya tidak jauh berbeda dengan apa yang saya alami ketika masa2 ketidak pastian itu saya jalani..yup,saya memberi nama lain dari istilah ‘in a realtion ship’ menjadi ‘masa2 ketidak pastian’,semuanya masih semu ketika itu..
Saya bilang ke teman saya itu bahwa nantinya setelah menikah semuanya berbeda,dalam segala hal..masalah pasti ada,karna setiap orang hidup pasti adaaa aja masalahnya…tergantung kita bagaimana menyikapi dan berusaha untuk menyelesaikan masalah tersebut…ada satu point yang baru bisa saya rasakan setelah menikah…keinginan untuk selalu memberikan apa yang terbaik untuk suami,dan perasaan itu muncul dengan sendirinya,saya pun ga nyangka akan seperi itu..karna dari beberapa sharing temen2,mereka hanya bilang ‘pokonya nanti kalo udah nikah beda d’..saya baru mengerti setelah menjalaninya..
Saya jadi inget salah satu email yang ada di milis smu..cerita tentang seorang bapa yang sudah 25 tahun mengurus istrinya yang tiba2 sakit lumpuh ketika melahirkan anak ke4nya…ketika menjadi narasumber di suatu acara dan ditanya mengapa bapa ini bisa bertahan,dengan bijaknya beliau menjawab ‘Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam
perkawinannya, tetapi tidak mau memberi (memberi waktu, tenaga,
pikiran, perhatian) adalah kesia-siaan‘..




setuju. cinta adalah pengorbanan, dan pernikahan adalah amanah. tapi semua orang didesain pasti mampu melaksanakannya, asal.. ikhlas dan mau.. semoga langgeng ya no
hehehehe,,,,
gw pria beruntungnya